Breaking News

KUNJUNGAN KERJA WAKIL PRESIDEN RI (MUHAMMAD JUSUF KALLA) DI SUPM NEGERI WAIHERU AMBON

Disambut SUPM Waiheru dan BPPP Ambon, Wapres Apresiasi Pengembangan SDM di Maluku.

Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Negeri Waiheru, Ambon, dan Balai Pendidikan Pelatihan Perikanan (BPPP) Ambon menyambut kehadiran Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla beserta Ny.Mufidah Jusuf Kalla pada saat kunjungan kerja ke SUPM tersebut, Rabu (16/3), sebagai salah satu rangkaian kunjungan kerja ke Provinsi Maluku, 16-18 Maret 2016. Dengan disambut marching band SUPM, turut hadir pada kunjungan ini Menteri Perindustrian Saleh Husin, Gubernur Maluku Said Assagaff, dan pejabat terkait lainnya. Pada kesempatan tersebut, Wapres mengapresiasi pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Unit Pelaksana Teknisnya tersebut.

SUPM Waiheru merupakakan salah satu dari sembilan SUPM lingkup Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat Kelautan dan Perikanan (BPSDMP KP) KKP. Selain SUPM, BPSDMP KP memiliki satuan pendidian tinggi, terdiri dari tiga Politeknik Kelautan dan Perikanan (PoltekKP) dan satu Sekolah Tinggi Perikanan di lima kampus.

Sistem pendidikan yang diterapkan adalah pendidikan vokasi dengan pendekatan teaching factory. Dengan porsi 70% praktik dan 30% teori, pendekatan ini menghadirkan sarana dan prasarana praktik modern setara dunia usaha dan industri.” Kampus bagus menarik, tidak sangka fasilitas seperti ini di level SMA,” ujar Wapres saat peninjauan fasilitas SUPM Waiheru.

Melalui kegiatan praktik tersebut, peserta didik setiap semester diuji kompetensinya hingga lulus mendapatkan sertifkat kompetensi, selain ijazah. Sertifikat ini sebagai pengakuan atas kompetensi yang dimiliki para lulusan. Tak hanya bagi peserta didik lingkup KKP, kegiatan praktik ini juga terbuka bagi para siswa, taruna, dan mahasiswa lembaga pendidikan lainnya, baik SMK dan perguruan tinggi di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Pemerintah Daerah, maupun swasta, di wilayah masing-masing.

“Terima kasih juga atas dukungan Pemerintah Provinsi Maluku turut membangun SUPM yang juga merupakan aset Maluku bagi investasi penyiapan SDM generasi muda, sebagai pengelola sektor kelautan dan perikanan di Maluku,” ujar Kepala SUPM Achmad Jais Ely.

Pada saat dialog dengan siswa SUPM, dijelaskan kepada Wapres, lebih dari 40% peserta didik pada satuan pendidikan KKP merupakan anak pelaku utama sektor kelautan dan perikanan (nelayan, pembudidaya, pengolah, dan pemasar ikan, serta petambak garam). “Sebanyak 234 siswa SUPM Waiheru merupakan anak nelayan. Seluruh biaya gratis, termasuk pendidikan, makan, penginapan, dan sebagainya,” tambah Jais.

Mengenai lulusan SUPM tidak diragukan lagi kompetensinya. Lulusannya direkrut oleh berbagai perusahaan, baik dalam maupun luar negeri, karena kompetensinya yang tersertifikasi dan diakui secara internasional. Data Wisuda 2015 menyatakan, 90% lulusan SUPM Waiheru direkrut oleh dunia kerja sebelum wisuda. Sementara 10% sisanya melanjutkan pendidikan, berwirausaha, dan menjalani proses rekrutmen kerja pada saat wisuda.

Dijelaskan Jais, sebagian besar lulusan Jurusan Nautika Perikanan Laut bekerja di luar negeri, untuk selanjutnya kembali ke Indonesia. Sementara sebagian besar Jurusan Tenknologi Budidaya Perikanan dan Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan bekerja di dalam negeri. Ketika Wapres bertanya kepada para siswa mengenai cita-cita, mereka mantap menjawab, “Menjadi wirausaha dan pengusaha.”

Kepada peserta didik, Wapres berpesan untuk menjaga lingkungan dan memanfaatkan sumberdaya dengan baik. Ia menuliskan harapannya kepada para siswa, “Semoga kalian siswa SUPM Waiheru Ambon belajar dan berlatih untuk mengelola kekayaan laut bangsa sebaik-baiknya untuk kesejahteraan seluruh masyarakat dan bangsa.”

Selain bagi peserta didik, SUPM Waiheru juga melakukan pelatihan dan pendampingan masyarakat di sektor kelautan dan perikanan. Salah satunya dilakukan melalui Program Emas Biru, yakni pelatihan dan pendampingan budidaya ikan dengan menggunakan Keramba Jaring Apung (KJA) bagi masyarakat, yang disaksikan oleh Wapres beserta rombongan pada hari ini. Program ini hasil kerja sama SUPM Waiheru dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD), melalui Komando Daerah Militer (Kodam) XVI Pattimura. Pelatihan dan pendampingan masyarakat juga melibatkan beberapa BUMN melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). BUMN yang terlibat antara lain Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Nasional Indonesia (BNI), dan Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Selain ke Ambon, Wapres beserta rombongan berkesempatan melakukan kunjungan kerja ke Banda dan Tual. Kunjungan salah satunya dilakukan ke Politeknik Sumber Daya Perairan Banda Hatta – Sjahrir dan Politeknik Perikanan Negeri Tual. Jais menegaskan, bahwa pihaknya siap bekerja sama dengan kedua Politeknik tersebut dalam rangka meningkatkan kapasitas SDM melalui pendidikan kelautan dan perikanan.

Di samping itu, BPPP Ambon, Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPSDMP KP lainnya di Ambon, yang bertanggung jawab melaksanakan pelatihan kelautan dan perikanan bagi masyarakat di Indonesia Timur, pada tahun ini melaksanakan pelatihan di bidang perikanan tangkap di Tual. Disampaikan Kepala BPPP Ambon Mathius Tiku, kegiatan tersebut berupa pelatihan pembuatan dan pengoperasian alat tangkap ikan gillnet bagi nelayan Tual. “Pelatihan ini mendukung program prioritas unit kerja Eselon 1 KKP, dalam hal ini Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap,”ujar Tiku.

Selain di bidang perikanan tangkap, BPPP lingkup BPSDMP KP melaksanakan bidang pelatihan lainnya, seperti perikanan budidaya, pengolahan dan pemasaran hasil perikanan, kerajinan kekerangan, usaha garam, konservasi, pengawasan, dan sebagainya, dengan wilayah kerja seluruh Indonesia. Menurut Tiku, pada 2016 BPPP Ambon melatih 5.270 orang dari kalangan masyarakat, di samping 1.200 orang dari kalangan aparatur.

Masyarakat yang mengikuti pelatihan tersebut, kemudian diuji kompetensinya guna mendapatkan sertifikat kompetensi sesuai standar. Tiku mengatakan, pada 2016 BPPP Ambon melakukan uji kompetensi terhadap 4.000 masyarakat yang sudah dilatih. Dalam melakukan sertifikasi, BPPP Ambon sudah mendapat lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Tiku mengatakan pihaknya juga mengembangkan KJA di BPPP Ambon guna pelatihan bagi masyarakat di bidang perikanan budidaya. Di samping itu ada pula KJA yang dikembangkan oleh P2MKP binaan BPPP Ambon. Menjelang kunjungan Wapres, pada hari yang sama (16/3), KJA di BPPP Ambon berkesempatan dikunjungi oleh pejabat lingkup KKP, antara lain Direktur Jenderal (Dirjen) Perikanan Tangkap Narmoko Prasmadji, Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Nilanto Perbowo, Kepala Biro Perencanaan KKP Ishartini, staf khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Fika Fawzia, dan para Kepala UPT KKP, serta pejabat dari Pemerintah Provinsi Maluku dan perguruan tinggi (Institut Pertanian Bogor dan Universitas Brawijaya Malang).

Foto Kegiatan

1
Kunjungan kerja Wakil Presiden RI di SUPM Waiheru Ambon yang didampingi oleh Gubernur Maluku
2
Kunjungan kerja Wakil Presiden RI ke Instalasi Pendidikan SUPM Waiheru Ambon yang didampingi oleh Kepala SUPM Waiheru Ambon
3
Wakil Presiden RI menyempatkan diri untuk berjabat tangan dan berkomunikasi dengan siswa
4
Wakil Presiden RI berkunjung ke Instalasi Teaching Factory Teknologi Budidaya Perikanan yaitu KJA dan menyempatkan diri untuk menuliskan pesan dan kesan kepada Siswa SUPM Waiheru Ambon
5
Foto bersama Wakil Presiden RI beserta Istri, Gubernur Maluku beserta Istri, Kepala SUPM Waiheru beserta Istri, Pegawai dan Siswa SUPM Waiheru Ambon
6
Pesan Wakil Presiden RI Kepada Siswa SUPM Waiheru Ambon

Baca Juga

SOP Pelaksanaan Prakerin SUPM Waiheru Ambon

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »